Advertisement

Advertisement
Khazanah

Kisah Nabi Daniel Saat Jasadnya Ditemukan Sahabat Nabi

wartanu.online
Sabtu, 20 Februari 2021, 2/20/2021 05:48:00 AM WAT
Last Updated 2021-02-19T22:48:43Z
Advertisement

 Ahmad Zaini Alawi*

Dari ribuan nabi yg diturunkan Allah Subhanahu wa ta'ala, terdapat salah satu nabi yg kisahnya cukup menarik. Nabi yg dimaksud ialah Nabi Daniel alaihis salam.  

Nabi Daniel alaihis salam merupakan seorang nabi yg diutus di kalangan Bani Israel. Melansir melalui tayangan video di channel YouTube Lensa Aswaja dikisahkan, jika Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu, menyembunyikan jasad Nabi Daniel alaihis salam dari manusia.  

Bahkan tidak ada yg mengetahui kecuali hanya 2 orang saja. Lantas apa alasan Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu menyembunyikan jasad Nabi Daniel alaihis salam ?  

Jasad Nabi Daniel alaihis salam ditemukan oleh sahabat Abdullah bin Qais bin Sulaim al-Asy'ari atau ABU MUSA AL-ASY'ARIY Radhiyallahu Anhu (wafat 52 H / 672 M). Jasad itu ditemukan saat Abu Musa berjihad melawan bangsa Tartar di daerah Hurmuzan.

Jasad Nabi Daniel alaihis salam ditemukan di Baitul Mal Hurmuzan. Penduduk Hurmuzan lantas menjelaskan jika jasad tsb telah meninggal 300 tahun lalu. Akan tetapi, jasad Nabi Daniel alaihis salam itu masih utuh dan tidak membusuk sedikitpun. Kulitnya bersih dan hidungnya mancung.  

Lalu Abu Musa Al-asyari Radhiyallahu Anhu mengirim sebuah surat kepada Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu sbg khalifah Amirul Mukminin saat itu. Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu lantas menjelaskan jika itu merupakan jasad Nabi Daniel alaihis salam.

Ia lantas memerintahkan kepada Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu Anhu, untuk menyembunyikan kuburannya. Diriwayatkan Abdullah bin Muhammad bin Al-Qadli Abu Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman bin Kuwasta atau Imam Ibnu Abi Syaibah rahimahullah ( wafat 2 Agustus 849 M, Kufah, Irak) dgn sanad dari sahabat Anas bin Malik bin an-Nadhr bin Dhamdham bin Zaid bin Haram bin Jundab bin 'Amir bin Ghanm bin 'Adi bin Malik bin Taimullah bin Tsa'labah bin 'Amr bin al-Khazraj atau Anas Bin Malik Radhiyallahu Anhu, "Tatkala mereka (Abu Musa Al-Asy'Ariy) menaklukan tustur, mereka menemukan jasad seseorang yg "hidungnya panjang".  

Penduduk Hurmuzan ber-isti'anah (minta bantuan), dan meminta hujan dgn perantara jasad tsb. Kemudian, Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu Anhu segera menulis surat kepada Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu.

Sayyidina Umar pun segera membalas surat itu. "Sesungguhnya ini (jasad tsb) adalah nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para Nabi dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yg tidak ada serorang pun yg mengetahuinya kecuali kalian berdua’. Kemudian aku dan Abu Musa pergi untuk menguburkannya.” (HR. Imam Ibnu Abi Syaibah (4/7) dgn sanad shahih).

Cara menyembunyikan kubur Nabi Daniel alaihis salam yakni dgn cara para sahabat mengali 13 lubang kuburan di sungai (airnya dibendung sementara) lalu menguburkannya pada salah satu lubang di malam hari sehingga tidak ada yg mengetahui di mana kubur beliau.

Diriwayatkan oleh Abubakar Ahmad bin Husain bin Ali bin Abdullah al-Baihaqi Asy-Syafi'i atau Imam Al-Baihaqy rahimahullah (994 - 1066 M, Naisabur Iran) dalam Dala-ilun Nubuwwah, “Dari Abi Khaldah Khalid  bin Dinar dari Abu ‘Aliyah (Rufai bin Mihran), “Aku berkata kepada Abu Aliyah, ‘Apa yg kalian lakukan pada jasad nabi tsb?’. Abu ‘Aliyah berkata, kami menggali di sungai (airnya dibendung sementara) sebanyak 13 lubang kubur yg terpisah2. Pada saat malam hari, kami menguburkannya dan kami ratakan semua kubur tsb agar manusia tidak mengetahui dan tidak menggalinya kembali.”

Dari ahli sejarah, Abu Al-Fida Al-Hafizh Al-Muhaddits Imaduddin Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi Asy-Syafi'i atau Imam Ibnu Katsir rahimahullah (1301 M Suriah - 1373 M Damaskus) juga menjelaskan bahwa jasad tsb adalah Nabi Daniel alaihis salam, karena bisa diperkirakan dari waktu kematiannya dan kabar mengenai kapan masa hidupnya.

Kisah Nabi Daniel

Suatu hari Raja Babilonia, Nebukadnezar (627 SM - 562 SM, Babilon) bermimpi melihat sebuah patung raksasa. Patung itu berkepala emas, lengannya dari perak, tubuhnya dari tembaga, dan kakinya dari besi. Namun patung itu hancur berserakan hanya karena sebuah batu. Sang raja pun penasaran dgn mimpinya itu. 

Ia lalu mencari para penafsir mimpi di seluruh penjuru negeri. Sayangnya tak ada satu pun yg bisa menafsirkannya. Singkat cerita, ia mengetahui seorang pemuda bernama Daniel yg pandai menafsirkan mimpi. Dibawalah sang nabi ke hadapan raja.

Nabi Daniel alaihis salam lalu mencoba menafsirkan mimpi tsb, bahwasanya patung itu merupakan tanda penguasa yg akan silih berganti. Emas merupakan Babilonia yg kemudian akan hancur digantikan Kerajaan Persia sbg perak, lalu Kerajaan Yunani sbg tembaga, dan Kekaisaran Romawi sbg besi. Namun seluruh penguasa itu akan berakhir dgn kehancuran.

Jawaban Nabi Daniel alaihis salam memuaskan sang raja. Ia kemudian diangkat sbg penasihat kerajaan. Namun kecerdasan Nabi Daniel alaihis salam justru membuat perangkat kerajaan merasa iri dan dengki.

Mereka pun membuat beragam fitnah tentang Nabi Daniel alaihis salam. Raja dipengaruhi agar mempercayai fitnah itu dan membenci penasihatnya. Makar itu pun berhasil, Nabi Daniel alaihis salam dihadapkan pada hukuman raja.

Sebuah lubang besar dibuat para pengawal kerajaan. Terdapat 2 ekor singa kemudian di taruh di dalamnya. Raja kemudian memerintahkan para pengawal untuk memasukkan Nabi Daniel alaihis salam ke lubang itu. Singa2 yg lapar itu mengaum melihat mangsa. Namun keajaiban datang dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Tiba-tiba 2 ekor singa itu terdiam dan mengatupkan mulut mereka. Bagai bertemu majikan, singa itu menjilati Nabi Daniel alaihis salam layaknya hewan peliharaan.

Kemudian 2 ekor raja hutan itu justru menjadi sangat patuh pada sang nabi. Allah lah yg memerintahkan kepada singa dan mengabulkan doa Nabi Daniel alaihis salam yg meminta perlindungan.

Namun masalah lain datang. Berhari2 Nabi Daniel alaihis salam ada di lubang bersama 2 ekor singa. Tak ada makanan ataupun minuman, sang nabi pun kelaparan dan kehausan tak terkira. Allah subhanahu wa ta'ala lalu memberikan keajaiban lain kepada manusia pilihan-Nya itu.

Diutuslah Nabi Yeremia atau Jeremiyah alaihis salam (655 SM, Anatot Mesir) nabi Allah ta'ala lainnya yg ada di Yerusalem, untuk mengirimkan makanan kepada Nabi Daniel alaihis salam. Namun saat menerima perintah tsb, Yeremia kebingungan.

“Ya Rabb, saya ada di Yerusalem (Palestina), sementara Daniel ada di Babel (Babilonia, sekarang Irak).”

Allah berfirman, “Lakukanlah yg Aku perintahkan, akan Kukirimkan sesuatu yg membawamu ke sana.”

Benarlah, sesuatu entah apa itu, tak disebutkan dalam kisahnya, membawa dgn cepat Nabi Yeremia alaihis salam dari Yerusalem ke Babilonia. Membawa beragam makanan, Nabi Yeremia alaihis salam pun menyapa dari atas lubang. Betapa terkejutnya Nabi Daniel alaihis salam melihat sosok nabi lain di atas lubang.

“Siapakah itu?” tanya Nabi Daniel.

“Saya Yeremia. Tuhan mengutusku kepadamu,” jawabnya seraya memberikan makanan dan minuman kepada Daniel.

Keduanya pun bercakap dan tak henti mengagungkan kuasa Allah subhanahu wa ta'ala. Nabi Daniel alaihis salam pun mengungkapkan rasa syukur yg tak terkira atas dua keajaiban yg ia terima.

“Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala yg tak pernah melupakan hamba2-Nya, Dia menghalau bahaya setelah kesulitan, mengganti kesabaran dengan keselamatan, melapangkan saat kesusahan dan memberikan harapan saat putus asa.”

*Summarized from several sources by JAMA'AH SARINYALA

TrendingMore