Advertisement

Advertisement
Khittah NU

Peringati Harlah NU, MWC Turi Gelar Istighosah Mantapkan Kemandirian NU

wartanu.online
Minggu, 28 Februari 2021, 2/28/2021 02:52:00 PM WAT
Last Updated 2021-02-28T08:18:05Z
Advertisement

Lamongan, wartanu.online  -- Peringati hari lahir NU ke 98 MWC NU Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan menggelar istighosah, Sabtu malam (27/2/2021). 

Acara di kantor MWC NU Turi itu tetap mematuhi prokes memakai masker berlangsung khidmah, istighotsah dipimpin KH Syaiful Huda diikuti Ketua dan Sekretaris Ranting NU se Kecamatan Turi, juga hadir para pengurus MWC NU Turi dari jajaran Syuriah pimpinan KH Ali Musta'in MA, Ketua MWC NU Turi Drs. H. Sunhaji MA didampingi Sekretaris Masyhuda S.IP, S.Pd.

Dalam sambutannya, Ketua MWC Turi Sunhaji mengajak seluruh warga NU se Kecamatan, terutama pengurus NU tingkat ranting untuk bersama meneladani muassis, yaitu pendiri pendiri NU yang berjuang membesarkan organisasi dengan penuh keikhlasan. 

"MWC NU Turi sudah mengadakan raker di Pacet dengan menghasilkan program, salah satunya penguatan kemandirian NU di bidang ekonomi", ujar Sunhaji yang Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lamongan. 

Dijelaskan Sunhaji pentingnya penguatan ekonomi warga NU agar organisasi warisan para ulama kyai ini bisa mandiri, tidak menggantungkan pihak lain menghidupi jalankan kegiatan organisasi. 

MWC NU Turi sudah merintisnya dengan pengembangan koperasi Bimantara, juga baru saja launching Caffe Bimantara berlokasi depan kantor MWC NU, tidak hanya itu MWC NU lanjut Sunhaji sudah teken MoU (Memorandun of Understanding) tanam modal dengan Buminu untuk usaha air minum dalam kemasan.

"MWC NU Turi tidak sekedar MoU karena untuk teken MoU itu harus ada save dana sebesar Rp 1,8 miliar untuk membeli saham," lanjutnya. 

Diharapkan Sunhaji MWC NU Turi menjadi distributor air minum dalam kemasan, kemudian ranting ranting NU se Kecamatan Turi bisa agen agennya untuk acara ke-NU-an seperti tahlil, istighosah atau di agenda lain misalnya resepsi nikahan dan sebagainya. 

Ketua MWC NU Turi dua periode ini menambahkan pengurus akan segera melakukan pendataan warga NU, masing-masing ranting dlminta menyiapkan tenaga operator untuk diberikan pelatihan cara input data warga NU dengan sistim online dari PB NU terkait pengurusan Kartu Anggota NU (Kartanu). MWC NU Turi juga intensif melakukan kajian masalah keagamaan yaitu jajaran Syuriah dalam bahtsul masail, jajaran Tanfidziyah dengan diskusi diskusi rutinan kegiatan internal dan eksternal organisasi bertujuan membesarkan melanjutkan perjuangan warisan ulama. 

Sebelumnya, Syuriah MWC NU Turi KH Musta'in Ali MA memberikan tausyiah, mengingatkan pengurus NU harus lebih punya sense of belonging atau kepedulian sosial terutama menyangkut nasib anak yatim, maka menjadi tanggungjawab NU apabila di masing - masing Ranting NU masih didapati anak yatim tidak bisa sekolah atau mondok serta kuliah karena terbentur masalah biaya.

"Pengurus MWC NU Turi kemarin urunan terkumpul Rp 5 juta dan saya tambahi uang pribadi Rp. 100 juta, kedepan agar bisa dikelola untuk membantu biaya pendidikan anak anak yatim", ujarnya. 

Sistim pemberian bantuan dana lanjut Yai Ali Musta'in tidak diberikan secara langsung--kontan-- melainkan melalui mekanisme pengelolaan dana bantuan anak anak yatim dengan dikelolakan profesional, dibuatkan semacam badan usaha, maka dari usaha kemudian ada pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) yang akan diperuntukkan membantu anak anak yatim.

"Pemberiaan dana dengan cara sistim begitu akan bisa terus mengalir pahalanya, walaupun kita yang donasi sudah meninggal dunia. Karena putaran uang yang disumbangkan itu akan terus berkembang dibuat modal usaha, sehingga MWCNU Turi mengawali dalam menjadikan amal jariyah kita bersama", terangnya. 

Beliau juga mengingatkan meneladani para pendiri NU atau mu'assis dengan gerakan nyata ke-NU-an, yaitu bersama sama menebarkan warisan ulama NU selain dengan ahlu as-sunnah wal jama'ah, juga mempertahankan Pancasila NKRI harus dijaga sampai kapan pun.

 "Insya Allah pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari mengakui kita sebagai santrinya, beliau ngendikan sopo wonge sing gelem ngurusi NU iku santriku tak dungakno sak keluargane husnul khotimah", pungkasnya diaamiini hadirin. Yan

TrendingMore