Advertisement

Advertisement
Kiai SantriPancasila

Selamat Jalan Sang Panutan Pergerakan, Sahabat Andry Dewanto Ahmad

wartanu.online
Kamis, 29 Juli 2021, 7/29/2021 09:13:00 AM WAT
Last Updated 2021-07-29T02:23:36Z
Advertisement


Wartanu.online - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Duka mendalam segenap aktivis alumni PMII dan Ansor serta warga Nahdliyin atas kepergian Sahabat H. Andry Dewanto Ahmad, Kamis (27/7/2021).


Beliau yang lahir 8 Desember 1974 itu berjuang keras dari sakit tiada mengenal menyerah untuk sembuh, namun Allah sayang kepada beliau dengan jalan insya Allah husnul khotimah.


Jelang pemilu 1999 saya baru mengenal sahabat Andry Dewanto Ahmad di sebuah rumah makan Malang, acara Partai Buruh Nasional (PBN). Saat itu saya mendampingi Ketua DPW PBN Jawa Timur Mas Otman Ralibi untuk menyambut kedatangan Ketum PBN Mochtar Pakpakhan dan Sekjen PBN KH Robikin Emhas yang saat ini beliau tidak berpolitik dan lebih fokus menjadi Wasekjen PBNU.


Sambil tahap akhir menyelesaikan skripsi S1 IAIN Surabaya saya dikenalkan dunia politik sama senior Otman Ralibi dan Robikin Emhas bersama sahabat senior PMII lainnya.


Bagi saya senior Mas Andry Dewanto Ahmad alumnus SMAN 1 Lamongan (1987-1991) ini adalah sosok yang luar biasa, terutama dalam leadership sangat berpengalaman. Tidak mudah goyah apalagi tergoda jabatan politik namun wawasan kebangsaan--demokrasi dan ke-Indonesia-an-- serta ke-NU-an dan ke-PMII-an menginspirasi banyak kader alumni.


Beliau jebolan Universitas Brawijaya Malang angkatan 1990 jurusan Hukum, juga lulusan Widyagama Malang 1997 ini, pernah juga menjabat Ketua KPUD Jawa Timur juga aktif di PW NU Jawa Timur dengan menjabat Wakil Ketua juga aktif di PW GP Ansor Jawa Timur dan menekuni bidang hukum (lawyer). Beliau low profil tidak banyak bicara namun kinerja yang ditunjukkan dalam memimpin organisasi.


Sejak mahasiswa beliau sudah malang melintang di dunia aktivis pernah juga menjadi Ketua PC PMII Malang, aktif di berbagai organisasi, juga kegiatan kemanusiaan serta pengabdian beliau sebagai Koordinator Pendamping Desa Se Jawa Timur (KPW IV Jatim P3MD Kemendesa PDTT).


Beliau banyak memberikan inspirasi pada kader kader alumni PMII agar terus berbuat manfaat, menebarkan kebaikan terutama ikut menjaga NKRI warisan para ulama dan kyai NU.


Semasa hidup beliau bersahaja apa adanya mengayomi, berkomunikasi dengan baik mudah akrab dengan siapapun yang dikenal tanpa melihat status; tidak silau dengan jabatan, bahkan saat menjadi Ketua KPU Jawa Timur atau tidak menjabat beliau tidak merubah ciri khas wong Nahdliyin. Saya bersaksi beliau adalah orang baik. 


Tulisan-tulisan beliau di medsos sangat ta'dhim kepada para ulama dan kyai, share amalan amalan ulama NU juga tulisan yang menggugah semangat anti radikalisme: agar generasi muda terus merawat melestarikan Pancasila jangan sampai disusupi mereka yang mengatasnamakan agama, tetapi bertujuan menghancurkan dan memecah belah persatuan NKRI yaitu merubah dasar negara: khilafah.


Salah satu tulisan beliau di FB yang menarik penulis menuangkan pesan kesan beliau ini misalnya mengajak untuk membaca sejarah Islam Indonesia, terutama sejak 1920 an hingga hari ini kita akan membuat kita bisa memahami bahwa tegaknya syariat Islam itu sudah pernah diperjuangkan oleh partai partai Islam tanpa terkecuali lewat pemilu yg jurdil tahun 1955 dan konstituante sidang tentang perubahan UUD deadlock tahun 1957 lalu dekrit presiden kembali ke UUD 1945. Tentara lalu angkat senjata untuk buat negara Islam DI/TII atau negara sendiri PRRI/permesta dan gagal. Sedangkan gerakan gerakan mereka yang merongrong NKRI itu tidak pada keduanya mereka tidak mau akui demokrasi oleh karenanya tidak mau ikut pemilu yang katanya Toghut dan juga anti kekerasan katanya. 


Sehingga sangat tepat kalau kemudian negara membasmi atau membubarkan ormas yang anti Pancasila, karena negara ini sudah final dengan Pancasila sebagaimana yang diperjuangkan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid Presiden ke 4 RI).


"Semoga Allah mengikat ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariah dan ukhuwh watoniyah bagi kita semua meski kita memiliki berbagai kecenderungan yang berbeda. Wallahu a'lam bishowwab."

Selamat jalan Sahabat Andry Dewanto Ahmad, sang guru, mentor dan panutan pergerakan (PMII) ; terbanglah jiwa panjenengan yang tenang menuju keharibaan Allah, tidurlan jasad panjengan dengan damai dalam ampunan rahmat-Nya. Semoga dilapangkan jalan ke surga-Nya mendapatkan syafa'at kanjeng Nabi Muhammad Shollollahu 'alaihi wasalam. Aamiin. (Ahmad Yani Elbanis). 


Lahu Al Fatihah:


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ 

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ 

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ 

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرٰطَ الْمُسْتَقِيمَ 

صِرٰطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّينَ


اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا
وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثاَنَا.

اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى
اْلِإسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى
اْلِإيْمَانِ.

اَللَّهُمَّ لَاتََحْرِمْنَا أَجْرَهُ
وَلاَ تَُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
ربنا و تقبل دعاء


TrendingMore