Pengasuh Ponpes Bumi Aswaja Usul Calon Ketua NU Bisa Baca Kitab Gundul

Yai Irsyadul Ibad Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Aswaja. (wartanu.online) 
Gresik, wartanu.online -- Kriteria Calon Ketua PC NU Gresik harus bisa baca kitab kuning punya Pondok Pesantren, hal ini karena NU selain warisan ulama kyai juga sebagai pimpinan NU dalam misi visi dakwah paham dengan referensi ke-Islam-an yang basis menggunakan kitab gundul tanpa jenggot alias harokat. 

"Idealnya syarat calon Ketua PCNU itu bisa ngaji kitab kuning punya pondok pesantren," ujar Yai Irsyadul Ibad Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Aswaja, Dukun, Gresik. 

Menurut Yai Irsyad pentingnya figur bisa baca kitab kuning lantaran saat ini, marak dengan paham Wahabi yang menyitir dan memutar balikkan fakta dengan menggunakan kitab kitab karangan ulama. 

"Bayangkan kalau pemimpin NU itu tidak menguasai kitab kuning terus bagaimana nantinya akan ceramah ke ranting ranting NU bisa bisa diketawain banyak orang", tambah mantan anggota DPRD Gresik ini. 

Mantan Ketua PC PMII Bojonegoro ini melanjutkan, sangat penting pemimpin NU itu memahami literasi khazanah keilmuan yang ada dalam karya para ulama, apalagi NU dengan 4 Madhab sangat luas akan pemahaman keagamaan menjadi perlu bersama untuk terus menebar Aswaja perjuangan ulama kyai yang harus dilanjutkan, maka salah satunya yaitu mencari figur calon Ketua PC NU yang bisa ngaji kitab kuning. 

"Banyak kok orang NU di Gresik yang pinter ngaji dan punya pondok, mereka harus diberi kesempatan untuk memimpin NU,"  imbuhnya.

Selain itu lanjut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ika PC PMII Gresik ini,  NU Gresik perlunya majukan pendidikan bidang kesehatan selama ini terfokus dengan bidang sosial padahal harus seimbang. Artinya bagaimana NU bisa menggali potensi pendidikan untuk terus dikembangkan terutama berkaitan dengan pesantren, demikian pula bidang kesehatan sudah saatnya NU punya Rumah Sakit sendiri agar bisa berkhidmat dari NU untuk NU. 

"Memang perlu kebersamaan warga NU, terutama para pengurusnya dalam mewujudkan harapan Nahdliyin bagaimana bisa punya perguruan tinggi NU dan Rumah Sakit NU," pungkasnya. Yan

wartanu.online
wartanu.online wartanu.online
close